DENPASAR — Video yang memperlihatkan seorang personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengenakan atribut dinas dan mendampingi seorang tokoh di Bali menjadi sorotan publik. Keberadaan personel tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status, kapasitas, serta dasar penugasannya, terlebih setelah yang bersangkutan disebut-sebut berperan sebagai ajudan.
Sorotan terhadap personel TNI AL tersebut mendapat perhatian dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar. Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, S.T., M.M.S., memberikan tanggapan saat ditemui awak media dalam sesi doorstop seusai kegiatan Coffee Morning bersama media di Denpasar, Kamis (3/9/2026).
Danlanal Denpasar mengakui pihaknya mengetahui adanya video yang beredar di media sosial. Namun, pihaknya belum mengambil kesimpulan karena masih melakukan pengecekan dan pendalaman untuk memastikan fakta mengenai personel yang terlihat dalam video tersebut.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan identitas personel, status kedinasan, kapasitas keberadaannya dalam kegiatan tersebut, hingga dasar penugasannya.
«“Terkait video yang beredar, kami akan melihat dan memastikan terlebih dahulu status serta penugasan personel tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Danlanal Denpasar.»
Danlanal menegaskan, setiap prajurit TNI AL terikat dengan aturan kedinasan, termasuk berkaitan dengan pelaksanaan tugas, penempatan personel, penggunaan atribut kedinasan, maupun aktivitas yang dilakukan di luar lingkungan tugas.
Karena itu, keberadaan seorang personel TNI AL dalam sebuah kegiatan tertentu harus dilihat secara utuh. Termasuk memastikan apakah personel tersebut berada di lokasi berdasarkan perintah atau penugasan resmi institusi maupun dalam kapasitas lainnya.
Hal ini menjadi penting karena personel yang terlihat dalam video mengenakan atribut TNI AL. Penggunaan atribut kedinasan dapat menimbulkan persepsi di tengah masyarakat sehingga status dan dasar keberadaan personel tersebut perlu dipastikan secara resmi.
Lanal Denpasar Dalami Video Viral
Sejalan dengan hal tersebut, Danlanal Denpasar menyampaikan bahwa Lanal Denpasar bersama pihak-pihak terkait saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar.
«“Menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan keberadaan personel TNI Angkatan Laut dalam suatu kegiatan yang melanggar norma dan aturan, saat ini Lanal Denpasar bersama pihak-pihak terkait sedang melaksanakan pendalaman terhadap informasi tersebut,” ujar Danlanal.»
Pendalaman dilakukan untuk memastikan fakta sebenarnya terkait personel yang terlihat dalam video, termasuk aktivitas yang dilakukan, konteks keberadaannya, serta apakah terdapat penugasan atau kewenangan resmi yang menjadi dasar keterlibatan personel tersebut.
Danlanal juga menegaskan komitmen Lanal Denpasar untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan kehormatan setiap prajurit. TNI AL juga mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, jati diri bangsa, norma agama, serta ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
Jika Terbukti Melanggar, Akan Ditindak Tegas
Danlanal memastikan hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh personel yang bersangkutan, TNI AL memastikan akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
«“Apabila dari hasil pendalaman ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh personel yang bersangkutan, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum dan peraturan disiplin militer yang berlaku, berdasarkan tingkat kesalahan yang terbukti,” tegas Danlanal Denpasar.»
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap prajurit TNI AL dituntut menjaga sikap, perilaku, integritas, profesionalisme, serta kehormatan institusi, baik ketika menjalankan tugas maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Status Personel Masih Menunggu Hasil Pendalaman
Hingga saat ini, status dan kapasitas personel TNI AL yang terlihat dalam video tersebut masih dalam proses pendalaman. Belum dapat disimpulkan bahwa personel tersebut telah melakukan pelanggaran sebelum adanya hasil pemeriksaan dan klarifikasi resmi.
Hal yang menjadi perhatian utama adalah memastikan apakah keberadaan personel tersebut sebagai pendamping atau ajudan merupakan bagian dari penugasan resmi, serta apakah penggunaan atribut TNI AL dalam kegiatan tersebut telah sesuai dengan ketentuan kedinasan.
Publik pun menunggu hasil pendalaman Lanal Denpasar untuk mendapatkan kejelasan mengenai siapa personel tersebut, apa tugas dan jabatannya, dalam kapasitas apa ia berada dalam kegiatan tersebut, serta apakah terdapat surat atau perintah penugasan resmi dari institusi TNI AL.
Dengan adanya proses pendalaman tersebut, Lanal Denpasar diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terang kepada masyarakat mengenai persoalan yang menjadi sorotan setelah video tersebut beredar luas di media sosial.
TNI AL Denpasar menegaskan bahwa apabila hasil pendalaman membuktikan adanya pelanggaran, personel yang bersangkutan akan diproses dan ditindak sesuai tingkat kesalahan berdasarkan ketentuan hukum serta peraturan disiplin militer yang berlaku.
Yadon.







