DENPASAR — Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai Upacara Tradisi Pedang Pora, Penyerahan Obor Estafet Pengabdian, dan Pelepasan Wisudawan Purna Bhakti Polda Bali, Senin (31/8/2026). Tradisi tersebut menjadi momentum khusus untuk memberikan penghargaan kepada para personel yang telah menuntaskan perjalanan panjang pengabdiannya di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. dan dihadiri Wakapolda Bali, para Pejabat Utama (PJU) Polda Bali, serta jajaran Bhayangkari.
Tradisi Pedang Pora menjadi salah satu rangkaian yang paling mengesankan. Para wisudawan purna bhakti berjalan melewati barisan Pedang Pora sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, pengorbanan, dan pengabdian yang telah mereka berikan selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Bukan sekadar seremoni, Pedang Pora menjadi simbol bahwa perjalanan kedinasan para wisudawan telah sampai pada satu tahapan penting. Mereka meninggalkan institusi bukan karena berakhirnya nilai pengabdian, melainkan memasuki babak kehidupan baru setelah bertahun-tahun mengemban amanah untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Pesan Kapolda Bali: Pengabdian Tidak Berhenti di Gerbang Purna Bhakti
Dalam momentum tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.
Kapolda menekankan bahwa purna bhakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan sebuah tahapan baru dalam kehidupan. Nilai-nilai yang telah dibangun selama berdinas di lingkungan Polri diharapkan tetap menjadi pedoman ketika para purna bhakti kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.
Menurut Kapolda, setiap personel yang telah mengabdikan diri kepada negara telah meninggalkan jejak dan keteladanan bagi generasi penerus. Karena itu, pengalaman, disiplin, integritas dan semangat melayani yang selama ini dimiliki para purna bhakti diharapkan terus memberikan manfaat di lingkungan masing-masing.
Kapolda juga mengajak seluruh personel yang masih aktif untuk menjadikan perjalanan para senior sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas.
Pengabdian, menurut Kapolda, bukan hanya tentang berapa lama seseorang mengenakan seragam, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat, bangsa dan negara selama menjalankan amanah.
Obor Estafet, Simbol Pengabdian yang Terus Menyala
Nuansa semakin bermakna dengan dilaksanakannya penyerahan Obor Estafet Pengabdian. Obor tersebut menjadi simbol kesinambungan semangat pengabdian dari generasi yang telah menyelesaikan masa tugas kepada generasi penerus Polri.
Api yang terus menyala menggambarkan bahwa nilai-nilai pengabdian, integritas, disiplin, loyalitas dan semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus terus diwariskan dan dijaga oleh setiap generasi Polri.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Polda Bali untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Pulau Dewata.
Momen haru pun terasa ketika satu per satu wisudawan melewati barisan Pedang Pora sebelum meninggalkan lingkungan kedinasan. Tatapan penuh kebanggaan bercampur haru menjadi gambaran perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama institusi, rekan kerja, dan keluarga.
Bagi para wisudawan, hari tersebut bukan sekadar akhir masa tugas. Momentum itu menjadi gerbang menuju kehidupan baru bersama keluarga dan masyarakat, dengan membawa pengalaman, keteladanan serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama mengabdi di tubuh Polri.
Polda Bali Apresiasi Pengabdian Para Purna Bhakti
Polda Bali memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan purna bhakti atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
Masa kedinasan memang berakhir, namun pengabdian dan keteladanan tidak akan berhenti. Para purna bhakti tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri dan diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Tradisi tersebut sekaligus menjadi pesan kuat bahwa setiap pengabdian memiliki jejak dan setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai terbaik yang telah diwariskan para pendahulunya.
Dengan semangat tersebut, Obor Estafet Pengabdian Polda Bali menjadi perlambang bahwa api pengabdian akan terus menyala—dari mereka yang telah menuntaskan tugas, kepada generasi penerus yang kini melanjutkan perjuangan menjaga keamanan, memberikan pelayanan, serta mengayomi masyarakat Bali.
Pelepasan purna bhakti ini pun menjadi bukti bahwa Polda Bali tidak hanya menghargai mereka yang sedang bertugas, tetapi juga memberikan penghormatan kepada para senior yang telah lebih dahulu memberikan tenaga, pikiran, waktu dan pengabdian terbaiknya untuk institusi, masyarakat, bangsa dan negara.
Yadon.







