JAKARTA TIMUR, ELANGBALI.COM – Disiplin adalah napas prajurit. Penegakan hukum adalah fondasi kehormatan. Di tengah tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi, Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI) menggelar Apel Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada 13 Februari 2026.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Yusri Nuryanto. Dengan mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju”, apel ini menjadi penegasan bahwa TNI tidak hanya kuat dalam pertahanan, tetapi juga tegas dalam menegakkan aturan di internalnya.

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Yusri Nuryanto menekankan bahwa Operasi Gaktib dan Yustisi bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata komitmen TNI untuk menjaga disiplin, moralitas, serta integritas prajurit. Penegakan ketertiban (Gaktib) difokuskan pada pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran disiplin militer, mulai dari ketertiban administrasi, penggunaan atribut, kelengkapan identitas, hingga kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas dan norma keprajuritan.
Sementara itu, Operasi Yustisi mengedepankan langkah hukum terhadap pelanggaran yang memiliki konsekuensi pidana atau pelanggaran berat, dengan tetap menjunjung tinggi asas profesionalitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas. Polisi Militer sebagai garda terdepan penegakan hukum di lingkungan TNI diingatkan untuk bertindak tegas namun tetap humanis.
“Kepercayaan rakyat kepada TNI dibangun dari keteladanan,” tegas Danpuspom dalam amanatnya. Ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran sekecil apa pun dapat mencoreng nama institusi dan merusak citra yang telah dibangun dengan susah payah. Oleh karena itu, operasi ini diharapkan mampu mencegah terjadinya pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum yang lebih besar.
Apel gelar pasukan tersebut diikuti oleh unsur Polisi Militer dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara, yang berada di bawah koordinasi Mabes TNI di Cilangkap. Barisan prajurit Polisi Militer tampak rapi dan siaga, mencerminkan kesiapan dalam menjalankan tugas pengawasan dan penegakan hukum sepanjang tahun 2026.
Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 akan dilaksanakan secara serentak dan berkesinambungan di seluruh wilayah Indonesia. Sasarannya tidak hanya prajurit aktif, tetapi juga menyasar aspek tata kelola satuan, administrasi, serta budaya disiplin di setiap lini organisasi. Penekanan diberikan pada pencegahan, pembinaan, serta penindakan yang terukur.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam memperkuat reformasi internal dan meningkatkan profesionalisme prajurit di tengah dinamika tantangan pertahanan nasional. Dengan disiplin yang kokoh dan ketaatan hukum yang konsisten, TNI diharapkan mampu tampil sebagai institusi yang semakin dipercaya rakyat.
Gelar Operasi GAKTIB–YUSTISI 2026 bukan hanya seremoni, melainkan pesan tegas: prajurit TNI harus menjadi teladan hukum, menjaga marwah institusi, dan berdiri tegak sebagai penjaga kedaulatan negara demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaulat.
( dd99 )







