Jejak Panjang Letjen TNI Djon Afriandi, Lulusan Terbaik Akmil hingga Panglima Kopassus dengan Brevet Langka

Foto - Rekam Jejak Letjen TNI Dion Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adh Makayasa yang Miliki Brevet Langka.

Jakarta — Nama kembali menjadi sorotan seiring kiprahnya di tubuh (Kopassus). Perwira tinggi TNI Angkatan Darat berpangkat Letnan Jenderal ini dikenal sebagai sosok dengan rekam jejak panjang, konsisten, dan sarat prestasi, baik di bidang operasi militer maupun pengembangan sumber daya manusia.

Lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada 14 Juni 1972, Djon Afriandi menapaki karier militernya sejak lulus dari (Akmil) pada 1995. Ia tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga keluar sebagai lulusan terbaik dan meraih penghargaan Adhi Makayasa—penghargaan tertinggi yang diberikan kepada taruna dengan keunggulan menyeluruh, baik akademik, fisik, maupun mental kepribadian.

Bacaan Lainnya

Karier awalnya ditempa di satuan elit Kopassus. Ia mengawali penugasan sebagai Komandan Peleton di Grup 1 Kopassus, kemudian secara bertahap mengisi berbagai posisi strategis di tingkat lapangan. Pengalaman panjang di satuan tempur ini membentuk karakter kepemimpinan yang kuat serta pemahaman taktis yang mendalam terhadap operasi militer.

Setelah hampir 14 tahun bertugas di Kopassus, Djon dipercaya mengemban tugas di (Paspampres). Di satuan ini, ia menjabat sebagai Komandan Detasemen Grup A dan kemudian Wakil Komandan Grup A. Penugasan tersebut menuntut tingkat presisi dan kepercayaan tinggi karena berkaitan langsung dengan pengamanan kepala negara.

Selain pengalaman lapangan, Djon juga memperkuat kapasitas akademiknya. Ia menempuh pendidikan di Naval Postgraduate School, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science in Defense Analysis. Pendidikan ini memperluas perspektif strategisnya dalam melihat dinamika pertahanan dan keamanan global.

Sekembalinya ke lingkungan TNI AD, kariernya terus berkembang. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Operasi Danjen Kopassus, Komandan Grup 1 Kopassus, serta Koordinator Sekretaris Pribadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dalam penugasan kewilayahan, ia dipercaya memimpin Komando Resor Militer (Korem) 012/Teuku Umar pada 2020–2022.

Perjalanan kariernya berlanjut saat ditunjuk sebagai Komandan Resimen Taruna Akmil pada 2022. Jabatan tersebut menjadi tonggak penting karena mengantarkannya meraih pangkat Brigadir Jenderal. Ia kemudian menjabat sebagai Staf Khusus KSAD sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis sebagai pimpinan di Kopassus.

Kini, Djon Afriandi menjabat sebagai Panglima Kopassus dengan pangkat Letnan Jenderal. Penunjukan ini menegaskan kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinannya dalam memimpin salah satu satuan elit paling disegani di Indonesia.

Selain rekam jejak jabatan, Djon juga dikenal memiliki sejumlah kualifikasi khusus. Salah satunya adalah brevet Master Parachutist Badge dari US Army, yang tergolong langka. Untuk memperoleh kualifikasi tersebut, seorang prajurit harus memenuhi syarat ketat, termasuk menjadi jump master dan menyelesaikan puluhan kali penerjunan, sebagian dengan perlengkapan tempur lengkap.

Pencapaian tersebut mencerminkan kombinasi antara kemampuan teknis, ketahanan fisik, dan kesiapan mental tingkat tinggi. Hal ini sekaligus mempertegas profil Djon Afriandi sebagai prajurit profesional dengan standar internasional.

Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman operasi, serta kepemimpinan yang teruji, Letjen TNI Djon Afriandi menjadi salah satu figur penting dalam menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan TNI AD, khususnya di lingkungan Kopassus.

( dd99 )

Pos terkait