Kapolsek Manggis Kompol Made Suadnyana Bersama TNI dan Pecalang Adat Jaga Kekhidmatan Aci Ngusaba Sambah di Pura Puseh Desa Sengkidu

MANGGIS, ELANGBALI.COM – Sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, Kapolsek Manggis Kompol Made Suadnyana, S.Sos, bersama jajaran anggota Polsek Manggis, Babinsa Koramil Manggis, serta pecalang desa adat Sengkidu, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamanan Aci Ngusaba Sambah yang berlangsung di Pura Puseh Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.

Pada hari Minggu, 9 November 2025 pukul 15.00 WITA. suasana Pura Puseh Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem kegiatan Aci Ngusaba Sambah merupakan salah satu upacara adat dan keagamaan yang sangat penting bagi masyarakat Hindu di Desa Sengkidu. Upacara ini memiliki makna spiritual mendalam sebagai bentuk rasa syukur serta permohonan keselamatan dan kemakmuran bagi seluruh warga desa. Prosesi ini nyejer selama enam hari penuh, dipuput oleh Jro Mangku Gde Nyoman Wage, S.H., dengan pengembon dari tiga banjar adat, yakni Banjar Adat Subagan, Banjar Adat Karangasem, dan Banjar Adat Mandira.

Bacaan Lainnya

Sejak awal hingga akhir pelaksanaan upacara, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara Polsek Manggis, Koramil Manggis, pecalang desa adat, dan prajuru desa yang bahu-membahu mengatur jalannya upacara, menjaga keamanan lingkungan pura, serta mengatur lalu lintas di sekitar area persembahyangan.

Dalam pelaksanaan pengamanan, Kapolsek Kompol Made Suadnyana secara langsung memantau situasi dan memberikan arahan kepada personel agar tetap siaga, menjaga sopan santun, serta mengedepankan pelayanan humanis kepada masyarakat yang hadir untuk sembahyang. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan semata, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan dan pengabdian kepada umat yang sedang melaksanakan kegiatan suci.

“Sinergi antara Polri, TNI, dan pecalang adat ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga keamanan serta keharmonisan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh umat dapat melaksanakan persembahyangan dengan tenang dan penuh rasa bhakti,” ujar Kompol Made Suadnyana.

Sementara itu, Babinsa Koramil Manggis dan pecalang adat Desa Sengkidu turut berperan aktif dalam menjaga situasi tetap kondusif. Mereka bersama aparat kepolisian mengamankan jalur keluar-masuk pura, membantu mengatur arus kendaraan, serta memastikan prosesi berjalan dengan lancar tanpa gangguan.

Kehadiran aparat keamanan bersama masyarakat adat menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Tri Hita Karana keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.

Dengan terlaksananya pengamanan yang baik dan kerja sama lintas unsur yang solid, Aci Ngusaba Sambah di Pura Puseh Desa Sengkidu berjalan aman, tertib, dan penuh rasa kebersamaan. Momentum ini menjadi cerminan bahwa sinergitas TNI–Polri bersama masyarakat adat merupakan fondasi penting dalam menjaga ketertiban, keharmonisan, serta kelestarian adat dan budaya di bumi Karangasem.

( dede99 )

Pos terkait