DENPASAR, ELANGBALI.COM – Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh dinamika ini, tidak jarang kebaikan justru disalahpahami, dicurigai, bahkan diabaikan. Namun di tengah kenyataan itu, Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, S.H., mengingatkan kita akan makna sejati dari sebuah ketulusan. Melalui pesan mendalamnya, beliau menyampaikan, “Meski kebaikanmu sering diabaikan dan sering dicurigai, tetaplah berbuat baik, karena kebaikan yang tulus tidak membutuhkan penilaian orang lain.”
Pesan sederhana itu memuat nilai yang begitu kuat — bahwa kebaikan sejati lahir bukan dari keinginan untuk dilihat, melainkan dari dorongan hati yang murni. Dalam pandangan Mayjen Eka Wijaya Permana, kebaikan bukanlah alat untuk mencari pujian, melainkan cerminan integritas dan kemanusiaan yang sesungguhnya.
Sebagai seorang perwira tinggi TNI yang dikenal tegas namun berhati lembut, beliau menegaskan pentingnya menjaga nilai moral dan etika di tengah tugas yang berat. “Setiap prajurit harus memiliki semangat berbuat baik tanpa pamrih. Jangan berharap balasan, karena nilai sejati seorang prajurit terletak pada ketulusan pengabdiannya,” tuturnya dalam berbagai kesempatan.
Kata-kata itu bukan sekadar nasihat, melainkan refleksi dari perjalanan panjang seorang pemimpin yang telah ditempa oleh berbagai tantangan dan pengalaman. Dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, Mayjen TNI Eka Wijaya Permana selalu menekankan pentingnya kejujuran, disiplin, dan ketulusan hati dalam setiap langkah.
Pesan tersebut juga menjadi pengingat bagi siapa pun, bahwa di dunia yang sering menilai dari penampilan luar, kebaikan sejati justru tumbuh dari dalam diri. Tidak perlu pengakuan, tidak perlu sanjungan. Cukup lakukan dengan hati yang ikhlas, karena setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan menemukan jalannya sendiri untuk memberi makna bagi sesama.
Melalui keteladanan dan pesan moralnya, Mayjen TNI Eka Wijaya Permana mengajak kita semua untuk terus menanamkan nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, seperti yang beliau yakini, kebaikan yang tulus akan selalu abadi, meski dunia kadang tak mampu melihatnya.
( dede99 )







