DENPASAR — Kepolisian Daerah Bali menunjukkan respons cepat terhadap situasi darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Sebanyak 110 personel Satuan Brimob Polda Bali diberangkatkan untuk menjalankan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) membantu penanganan bencana Karhutla di wilayah tersebut.
Pemberangkatan satuan setingkat kompi (SSK) itu dipimpin langsung Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., dalam prosesi pelepasan yang berlangsung di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung.(24/8/2026)
Pasukan kemudian diberangkatkan menggunakan sarana angkutan udara menuju Pontianak, Kalimantan Barat. Pengerahan personel Brimob Polda Bali ini menjadi bentuk nyata solidaritas Polri dalam menghadapi bencana yang berdampak luas, khususnya di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar.
Di tengah situasi darurat tersebut, Kapolda Bali memberikan pesan khusus kepada seluruh personel yang ditugaskan. Keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama, namun tugas kemanusiaan juga harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Kapolda meminta seluruh personel menjaga kekompakan, disiplin, serta tidak mengabaikan prosedur keselamatan selama berada di lapangan. Sebab, tugas yang diemban bukan sekadar operasi kepolisian, tetapi juga misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Jaga kesehatan, utamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas, dan laksanakan amanah ini dengan penuh dedikasi. Kehadiran rekan-rekan di Kalimantan Barat adalah bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana,” demikian pesan Kapolda Bali sebagaimana disampaikan dalam arahannya.
Kapolda juga menekankan agar personel mampu berkoordinasi secara maksimal dengan Polda Kalimantan Barat, TNI, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana, serta seluruh unsur terkait dalam upaya penanggulangan Karhutla.
Kehadiran 110 personel Satbrimob Polda Bali diharapkan dapat memperkuat kekuatan di lapangan, mempercepat penanganan titik api, sekaligus membantu meminimalisir dampak kabut asap terhadap masyarakat dan lingkungan.
Lebih dari sekadar pengiriman pasukan, langkah Polda Bali ini memperlihatkan bahwa ketika bencana terjadi di wilayah lain, semangat pengabdian Polri tidak mengenal batas provinsi.
Dari Bali menuju Kalimantan Barat, 110 personel Brimob membawa satu pesan utama: negara hadir, Polri hadir, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.
Bagi Kapolda Bali, tugas ini bukan hanya tentang menjalankan perintah kedinasan, tetapi juga tentang pengabdian, kepedulian dan kemanusiaan. Para personel yang diberangkatkan diharapkan mampu menjalankan misi tersebut secara profesional sekaligus kembali ke Bali dalam keadaan selamat.
“Berangkat dengan niat membantu, bertugas dengan penuh tanggung jawab, dan kembali dengan selamat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam pemberangkatan pasukan tersebut.
Yadon.







