Bertemu Dalam Duka: Timothy Anugerah, Mahasiswa Unud Korban Bullying yang Pergi Terlalu Cepat

DENPASAR, ELANGBALI.COM – Media sosial mendadak dipenuhi duka,Seorang pria bernama I Gede Nyoman Wiryadinatha menulis di akun Facebook-nya, dengan judul pilu: “Bertemu Dalam Duka.”

Ia mengenang pertemuannya dengan sahabat lamanya ayah dari Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana yang meninggal tragis.
Mereka dulunya teman seangkatan saat kuliah di TS UAJY. Puluhan tahun tak bersua, dan pertemuan itu akhirnya terjadi, bukan di tempat reuni, melainkan di rumah duka RSAD Denpasar.

Timothy, mahasiswa Sosiologi tingkat akhir FISIP Udayana, ditemukan tak bernyawa usai diduga melompat dari lantai 4 kampusnya sendiri.
Tak ada saksi mata,Tak ada rekaman CCTV yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di detik-detik terakhir hidupnya.
Yang tersisa hanya pertanyaan dan air mata.

Timothy, putra tunggal keluarga Lukas asal Bandung, diduga sering menjadi korban bullying oleh rekan-rekannya di kampus.
Pihak kampus dikabarkan sudah menjatuhkan sanksi kepada pelaku, namun luka batin keluarga dan teman-temannya sulit untuk disembuhkan.

“Aku dan keluarga sudah ikhlas, cuma aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,”
tutur Lukas, sang ayah, dengan suara bergetar menahan sesak di dada.

Di rumah duka, senyum yang dipaksakan mengiringi air mata.
I Gede Nyoman Wiryadinatha menuliskan, bagaimana mereka berswafoto dengan mencoba tersenyum, sebelum proses kremasi di Mumbul, Nusa Dua, seolah menandai perpisahan terakhir yang terlalu cepat datang.

Kini, keluarga besar dan sahabat hanya berharap satu hal,
agar para pelaku bullying diproses secara hukum,
agar tak ada lagi Timothy-Timothy lain yang harus pergi karena luka yang tak terlihat.

“Selamat jalan, Timothy Anugerah Saputra.
Senyummu mungkin telah pergi, tapi namamu akan selalu menjadi pengingat bahwa kejahatan hati bisa membunuh lebih kejam dari apa pun.”

( Dede99 )

Pos terkait