Kesucian Fajar di Pantai Nelayan Canggu: 41 Sawa Sekah Jalani Upacara Nganyut Sang Pitara dengan Penuh Bhakti dan Keharmonisan

foto : dd99 – Acara Nganyut Sang Pitara Ngelanjut Pacang Mendak Sang Pitara yang di Selenggarakan di Pantai Nelayan Canggu.

Bacaan Lainnya


CANGGU, ELANGBALI.COM – Rabu, 22 Oktober 2025, tepat pukul 06.00 Wita, semangat suci menyelimuti Pantai Nelayan Canggu, saat masyarakat Desa Adat Canggu melaksanakan Acara Nganyut Sang Pitara, lanjutan dari prosesi Mendak Sang Pitara dalam rangkaian Karya Manusa Yadnya Atma Wedana (Nyekah) yang diikuti oleh 41 Sawa Sekah.

Prosesi suci yang dimuput oleh Jro Pemangku Khayangan Tiga ini berlangsung khidmat di bawah sinar mentari pagi, dengan iringan suara ombak yang seolah menyatu dalam doa dan puja umat. Nganyut Sang Pitara menjadi simbol pelepasan dan penyucian roh leluhur menuju alam niskala, sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari keturunan kepada para pitara yang telah mencapai kesempurnaan.

“Upacara Ngayut Sang Pitara bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga wujud bhakti, kasih, dan rasa syukur kepada leluhur yang telah mendahului kita. Ini adalah perjalanan suci menuju penyatuan dengan alam dan Sang Pencipta,” ujar Bandesa Adat Canggu I Wayan Suarsana.

Seluruh rangkaian yadnya berjalan tertib, aman, dan penuh keharmonisan, berkat dukungan serta pengawasan langsung dari Penyarikan Desa Adat Canggu, I Nyoman KS Sidik Kusuma, dan jajaran perangkat desa adat. Mereka memastikan setiap tahapan yadnya terlaksana sesuai tattwa, susila, dan upacara, menjaga kesakralan serta makna filosofis dari setiap prosesi.

“Seluruh krama bersatu dalam semangat ngayah dan gotong royong, inilah jati diri adat Bali yang sejati,” tutur I Nyoman KS Sidik Kusuma, menegaskan nilai kebersamaan yang menjadi roh pelaksanaan yadnya ini.

Di sepanjang pesisir pantai, tampak umat dengan pakaian serba putih memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan. Para pecalang dan aparat keamanan negara turut bekerja sama mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban demi kelancaran acara. Suasana hening yang hanya diiringi debur ombak menjadikan Pantai Nelayan Canggu terasa begitu suci dan penuh vibrasi spiritual.

Makna terdalam dari Nganyut Sang Pitara adalah penyatuan antara manusia, alam, dan roh leluhur sebuah manifestasi dari falsafah Tri Hita Karana, yang mengajarkan keharmonisan antara hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam sekitarnya (Palemahan).

Ritual yang berlangsung hingga matahari meninggi itu ditutup dengan persembahyangan bersama, penuh rasa syukur dan doa agar seluruh roh leluhur memperoleh kedamaian abadi di alam niskala.

“Semoga yadnya ini membawa kerahayuan bagi seluruh warga dan menjadi pengingat bahwa hidup manusia sejatinya adalah perjalanan untuk terus menyucikan diri menuju kesempurnaan,” pungkas Bandesa Adat Canggu.

( dede99 )

Pos terkait