DENPASAR | ELANGBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya pariwisata yang harmonis dengan masyarakat lokal. Hal itu disampaikan menyusul persoalan akses jalan warga Ungasan yang terhalang oleh pembangunan tembok di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).
“Harus memakai cara kultural, cara kemasyarakatan. Jangan hanya terpaku pada aturan tertulis,” tegas Gubernur Koster saat menyoroti manajemen GWK. Ia menekankan bahwa pariwisata tidak boleh menjadi eksklusif hingga mengorbankan kepentingan warga sekitar.
Menurutnya, akses yang ditutup merupakan jalur vital dan satu-satunya jalan bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta agar pihak pengelola GWK menjadikan keberadaan warga sebagai bagian dari kekuatan penopang pariwisata, bukan sebaliknya.
“GWK sebaiknya merangkul lingkungan masyarakat, bukan menjadikannya musuh. Pariwisata harus memberi manfaat, bukan menimbulkan masalah,” tegasnya.
( dede99 )







