Bypass Ida Bagus Mantra Gelap, Warga Sorot Kinerja PLN

GIANYAR, ELANGBALI.COM – Sepanjang ruas Jalan Bypass Ida Bagus Mantra dilaporkan gelap gulita pada malam hari. Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik disebut sudah mati sejak lebih dari sebulan terakhir, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan.

Kondisi ini dikeluhkan warga yang setiap hari melintas di jalur utama penghubung Denpasar–Gianyar–Klungkung tersebut. Minimnya penerangan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan kendaraan berat yang melintas pada malam hari.

Bacaan Lainnya

Seorang warga Gianyar, Made Asti, mengaku heran dengan lambannya respons pihak terkait. “Sudah dari bulan lalu lampunya mati. Gelap sekali kalau malam. Kenapa pihak Perusahaan Listrik Negara tidak mengambil tindakan?” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Made lainnya yang berdomisili di sekitar jalur tersebut. Ia menyoroti ketimpangan perlakuan antara pelanggan dan pelayanan publik. “Coba kalau masyarakat telat bayar listrik, langsung diblokir atau diputus. Tapi kalau lampu jalan mati berminggu-minggu, kenapa justru diam saja?” tegasnya.

Warga menilai penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan vital demi keselamatan. Jalan Bypass Ida Bagus Mantra dikenal sebagai jalur cepat dengan volume kendaraan tinggi. Tanpa penerangan memadai, risiko kecelakaan meningkat, terlebih saat hujan atau kabut tipis menyelimuti kawasan pesisir.

Selain rawan kecelakaan, kondisi gelap juga memicu kekhawatiran akan potensi tindak kriminalitas. Beberapa pengendara mengaku memilih mengurangi kecepatan secara drastis karena jarak pandang terbatas. Tidak sedikit pula yang menyoroti bahwa pajak dan pembayaran listrik masyarakat seharusnya sebanding dengan kualitas layanan yang diterima.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab padamnya PJU tersebut—apakah karena gangguan teknis, kerusakan jaringan, atau kendala anggaran dan koordinasi.

Masyarakat berharap ada langkah cepat dan transparan. Jika memang terjadi kerusakan, publik meminta penjelasan terbuka dan estimasi waktu perbaikan. Sebab bagi warga, keselamatan di jalan tidak bisa menunggu terlalu lama.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Sorotan kini tertuju pada instansi terkait untuk segera turun tangan. Jalan nasional yang menjadi urat nadi mobilitas warga Bali itu seharusnya tidak dibiarkan tenggelam dalam gelap berkepanjangan.

( dd99 )

Pos terkait