JAKARTA – Keberhasilan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap kasus penyelundupan narkotika yang melibatkan seorang pilot asal Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menarik perhatian Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM). Otoritas kepolisian Malaysia mengaku penasaran dan ingin mempelajari metode yang digunakan Polri hingga berhasil membongkar kasus tersebut.
Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (JSJN) Bukit Aman menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Markas Kontingen Kepolisian Selangor, Selasa (4/8/2026).
Dilansir dari Sinar Harian, Hussein Omar Khan mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi mengenai teknik dan prosedur yang diterapkan Polri dalam mendeteksi aktivitas penyelundupan narkotika tersebut.
“Kami masih mendapatkan informasi tentang bagaimana mereka berhasil mendeteksi aktivitas tersebut,” ujarnya.
Menurut Hussein, PDRM ingin mengetahui apakah pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui sistem penyaringan, pemeriksaan fisik, kombinasi keduanya, atau berawal dari informasi intelijen yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan acak.
“Apakah mereka (Polri) menggunakan sistem penyaringan, pemeriksaan fisik, kombinasi keduanya, atau hasil intelijen yang berujung pada pemeriksaan acak, kami saat ini sedang memeriksa semua itu,” jelasnya.
Meski mengaku tertarik mempelajari metode yang digunakan Polri, Hussein menegaskan fokus utama PDRM saat ini tetap pada upaya mengusut tuntas jaringan penyelundupan narkotika tersebut bersama otoritas penegak hukum di Indonesia. Kerja sama lintas negara diharapkan dapat mengungkap jaringan yang lebih luas sekaligus memperkuat pemberantasan peredaran narkotika internasional.
Yadon.







