Jakarta – Pernyataan penuh makna disampaikan Panglima TNI, Agus Subiyanto, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Pesan tersebut menjadi suntikan semangat bagi seluruh prajurit, khususnya para tamtama beserta keluarganya, agar tidak pernah merasa rendah diri hanya karena latar belakang kehidupan yang sederhana.
Dalam unggahannya, Jenderal Agus Subiyanto menuliskan pesan yang menyentuh hati:
“Kalian Tamtama jangan pernah merasa rendah diri dihina dan diremehkan orang lain. Didik dan besarkan anakmu dengan penuh kasih sayang. Tidak ada yang mustahil bagi mereka untuk meraih cita-cita setinggi langit. Seperti saya yang anak dari seorang tamtama, tetapi dengan izin Tuhan, saya bisa menjadi pucuk pimpinan di TNI. Terus berbuat baiklah, Tuhan tidak tidur.”
Kalimat tersebut bukan sekadar motivasi, melainkan cerminan perjalanan hidup seorang prajurit yang berhasil menembus berbagai tantangan hingga dipercaya memimpin Tentara Nasional Indonesia. Lahir dari keluarga sederhana sebagai putra seorang tamtama tidak pernah menjadi penghalang bagi Agus Subiyanto untuk terus belajar, berjuang, dan mengabdi kepada bangsa dan negara.
Unggahan yang disertai kalimat “Lahir dari Kesederhanaan, Saya Bangga Menjadi Anak Tamtama!” mendapat respons positif dari banyak prajurit, keluarga besar TNI, hingga masyarakat. Banyak yang menilai pesan tersebut mampu membangkitkan optimisme bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh status sosial maupun pangkat orang tua, melainkan oleh kerja keras, disiplin, doa, integritas, dan ketekunan.
Pesan Panglima TNI juga mengandung nilai penting bagi setiap orang tua, khususnya keluarga prajurit. Pendidikan karakter, kasih sayang, serta dukungan kepada anak-anak diyakini menjadi fondasi utama agar mereka memiliki keberanian bermimpi besar dan berusaha mewujudkannya.
Perjalanan Agus Subiyanto menjadi bukti bahwa kesempatan untuk meraih cita-cita terbuka bagi siapa saja yang mau bekerja keras dan tidak menyerah pada keadaan. Dari putra seorang tamtama hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Panglima TNI, kisah tersebut menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari harapan.
Semangat yang disampaikan Panglima TNI diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh prajurit dan masyarakat Indonesia untuk terus berbuat baik, menjaga integritas, serta tidak pernah berhenti mengejar impian. Sebab, seperti pesan yang ia sampaikan, “Terus berbuat baiklah, Tuhan tidak tidur.”
( Yadon )







