Usut Dugaan Penimbunan Solar Subsidi, Dua Wartawan di Lamongan Diduga Dikeroyok dan Diancam dengan Celurit

Lamongan – Seorang wartawan berinisial JP melaporkan dugaan tindak pengeroyokan dan ancaman kekerasan ke Polres Lamongan, Jawa Timur, setelah dirinya bersama seorang rekannya mengalami kekerasan saat melakukan penelusuran terkait dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di wilayah Kecamatan Kedungpring.

Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: STTLP/B/296/VII/2026/SPKT tertanggal 9 Juli 2026, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 5 Juli 2026, sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan Desa Sumengko, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan pelapor, JP bersama rekannya, ND, tiba di lokasi menggunakan sebuah mobil. Saat hendak berputar arah karena kondisi jalan yang sempit, kendaraan mereka dihadang oleh satu unit sepeda motor Honda PCX berwarna merah marun. Tidak lama kemudian, sekitar delapan orang tak dikenal datang dan mengepung kendaraan kedua wartawan tersebut.

JP mengaku telah menunjukkan kartu identitas pers kepada pihak yang menghadang. Namun, identitas tersebut diduga tidak dihiraukan. Para terduga pelaku kemudian membuka paksa pintu mobil, menarik kedua korban keluar, serta melakukan pemukulan dan penendangan secara bersama-sama.

Dalam insiden tersebut, salah seorang terduga pelaku disebut mengacungkan senjata tajam jenis celurit sambil mengeluarkan ancaman.

“Kalau kamu balik lagi ke sini tak bacok. Kalau tidak terima, besok ajak teman-temanmu datang ke sini,” ujar JP menirukan ucapan pelaku.

Usai melakukan dugaan penganiayaan dan ancaman, para pelaku juga diduga memasukkan rumput kering ke dalam kabin mobil korban. Akibat kejadian tersebut, JP dan ND mengalami sejumlah luka, di antaranya memar, benjol, serta nyeri di bagian kepala, lengan, dan tubuh.

Kedua korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lamongan dan meminta agar kasus itu diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka juga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan tindak kekerasan yang diduga berkaitan dengan upaya penelusuran kasus penimbunan solar subsidi.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para terduga pelaku. Dugaan penimbunan BBM jenis solar subsidi yang menjadi objek penelusuran para wartawan tersebut juga masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Yadon.

Pos terkait