“Jro Bima Kawal Mediasi Kasus Tanah Pisang Mas: Pemagaran Vila Sumantara Berjalan Damai, Warga Bali Tunjukkan Persatuan dan Kearifan Adat”

Foto : dd99 – I Ketut Ismaya Jaya ( Jro Bima ) dan Pengacara Mila Tayeb, SH.

Bacaan Lainnya

KUTA UTARA, ELANGBALI.COM – Suasana damai dan penuh kearifan lokal mewarnai proses pemagaran tembok beton di area vila milik Bapak Sumantara di kawasan Pisang Mas, Canggu, Jumat (7/11). Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh aparatur desa, Kelian Adat, Satpol PP, Pecalang, serta Bankamda Canggu, guna memastikan situasi tetap aman dan tertib.

Dalam suasana penuh tata krama, I Ketut Ismaya Putra atau yang akrab disapa Jro Bima, hadir menemui Kelian Adat Banjar Tegal Gundul dan Kepala Desa Tibubeneng. Dengan tutur santun, Jro Bima membangun komunikasi dan menegaskan komitmennya menjaga ketertiban serta keharmonisan adat di tengah dinamika sengketa tanah yang tengah ramai diperbincangkan.

Pihak Desa Adat Tegal Gundul menegaskan posisi netral dan berharap semua pihak mengedepankan dialog. “Kami di Desa Adat tidak tahu menahu soal kasus Pisang Mas ini. Kami netral dan berharap koordinasi tetap berjalan baik agar situasi kondusif,” tegas Bendesa Adat Tegal Gundul.

Dari pihak kuasa hukum Pak Karna dan Sumantara, disampaikan permohonan maaf atas belum adanya pemberitahuan resmi kepada pihak adat. Mereka menegaskan bahwa penembokan dilakukan di area belakang vila tanpa mengganggu lahan pihak lain, serta tetap berpegang pada hukum dan tatanan adat.

Dengan suara tegas namun meneduhkan, Jro Bima menyampaikan alasannya turun tangan dalam kasus ini.
“Saya terpanggil membela sesama orang Bali yang haknya dirampas. Tapi kami tetap menjunjung hukum dan adat. Langkah ini bukan provokasi, melainkan bentuk pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Jro Bima.

Ia juga meminta agar seluruh proses didampingi oleh aparat adat dan kepolisian. Kanit Intelkam Polsek Kuta Utara menegaskan komitmen pengawasan penuh. “Kami hadir menjaga keamanan dan memastikan kegiatan berjalan tertib. Kejelasan batas lahan penting agar tak timbul konflik baru,” ujarnya.

Pecalang dan perangkat adat turut berkomitmen menjaga kedamaian. Ketua Pecalang Desa Canggu menegaskan, “Kami siap membantu di lapangan. Pecalang akan turun mengawal kegiatan agar berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.”

Mediasi dan pemagaran berjalan kondusif hingga siang hari, ditutup dengan pembacaan Berita Acara oleh kuasa hukum Mangku Karna pada pukul 12.44 Wita.

Kehadiran Jro Bima mendapat apresiasi luas dari tokoh-tokoh adat. Sikapnya yang rendah hati, tegas, dan menjunjung nilai kesopanan Bali menjadi contoh nyata bahwa ketikau warga Bali bersatu, tidak ada yang mampu menggoyahkan kebenaran dan marwah adat yang luhur.

( dede99 )

Pos terkait