Misteri Hilangnya Jantung Wisatawan Australia di Bali,RSUP Prof Ngoerah Tegaskan Sesuai Prosedur

DENPASAR | ELANGBALI.COM – Kasus meninggalnya wisatawan asal Australia, Byron James Dumschat, di sebuah vila kawasan Kerobokan, Bali, pada 26 Mei 2025, kembali menjadi sorotan publik. Dumschat ditemukan tewas di kolam renang, namun polemik muncul setelah keluarganya di Australia mendapati organ jantung korban tidak ada ketika jenazah dipulangkan ke negaranya.

Melalui kuasa hukum, keluarga mengungkap hasil otopsi ulang di Queensland menunjukkan jantung korban hilang. Mereka pun mempertanyakan hal tersebut kepada RSUP Prof Ngoerah Denpasar yang melakukan otopsi awal pada 4 Juni 2025. Setelah melalui koordinasi, organ jantung akhirnya dikirim ke Australia pada 11 Agustus 2025, sekitar dua bulan setelah jenazah dipulangkan.

Bacaan Lainnya

Menanggapi tudingan adanya praktik pencurian atau jual beli organ, RSUP Prof Ngoerah menegaskan otopsi telah dilakukan sesuai prosedur. Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RS Ngoerah, Dr. dr. I Made Darmajaya, Sp.B, Sp.BA., Subsp.D.A(K)., MARS, FIAFS, menjelaskan bahwa pemeriksaan patologi pada jaringan jantung memerlukan waktu hingga satu bulan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

“Autopsi Byron James yang dilaksanakan pada 4 Juni 2025 adalah autopsi forensik atau autopsi medikolegal atas permintaan resmi penyidik Polsek Kuta Utara,” tegasnya, Rabu (24/9/2025).

Kasus ini masih menyisakan tanda tanya besar, sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi antara pihak rumah sakit, penyidik, serta keluarga korban dalam setiap proses pemeriksaan forensik.

[ dede99 ]

Pos terkait