Profil Irjen Nunung Syaifuddin, Wakabareskrim yang Pimpin Penggerebekan Kasino di Nagoya Batam

BATAM – Nama Irjen Pol Nunung Syaifuddin kembali menjadi sorotan. Jenderal bintang dua yang kini menduduki posisi Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri itu memimpin langsung penggerebekan lokasi yang diduga menjadi arena perjudian kasino di kawasan Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (15/8/2026).

Operasi tersebut menjadi salah satu gebrakan besar Nunung setelah sekitar setahun dipercaya menduduki kursi Wakabareskrim. Bukan operasi mendadak, polisi disebut telah melakukan pemantauan selama kurang lebih tiga bulan sebelum akhirnya bergerak ke lokasi.

Bacaan Lainnya

Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan ratusan orang. Polisi juga menemukan dan menyita uang tunai dalam jumlah fantastis, dengan total sekitar Rp7,9 miliar.

Uang tersebut ditemukan dari sejumlah brankas dan kasir yang berada di lokasi perjudian. Besarnya uang tunai yang diamankan menjadi salah satu temuan penting yang kini didalami penyidik untuk mengungkap aliran dana maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengoperasian tempat tersebut.

“Sebelum kami turun ke Batam, kami sudah memantau kurang lebih tiga bulan,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Mako Polresta Barelang, Minggu (16/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan operasi telah didahului proses penyelidikan. Aparat tidak hanya membidik aktivitas perjudian di lokasi, tetapi juga berupaya membongkar struktur dan pihak yang berada di balik operasionalnya.

Selain uang miliaran rupiah, polisi menyita berbagai peralatan yang diduga menjadi sarana perjudian. Barang bukti tersebut antara lain 16 mesin Piala, 54 mesin scatter, 20 mesin mahyong, satu mesin kasino, serta 14 mesin tembak ikan.

Temuan mesin dalam jumlah besar dan beragam itu menjadi bagian dari barang bukti yang akan digunakan penyidik untuk mendalami aktivitas di lokasi tersebut.

Jenderal Reserse Lulusan Akpol 1995Di balik operasi besar di Batam tersebut, Nunung Syaifuddin bukan nama baru dalam dunia reserse Polri. Rekam jejak kariernya banyak dihabiskan pada bidang penyelidikan dan penyidikan berbagai tindak pidana.

Nunung merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995. Pria kelahiran Madiun, 12 Desember 1973 tersebut kemudian melanjutkan pendidikan kepolisian melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2009, Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) pada 2014, hingga Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) pada 2020.

Pengalaman panjang di bidang reserse membawanya menduduki sejumlah jabatan strategis, baik di tingkat kewilayahan maupun Mabes Polri.Nunung pernah menjabat Kapolres Serang pada 2015-2017, sebelum dipercaya menjadi Wadirreskrimsus Polda Banten pada 2017-2018.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai Direktur Polairud Polda Banten pada 2018-2019. Setelah itu, ia kembali ke jalur reserse dengan menduduki posisi Dirreskrimsus Polda Banten pada 2019-2020.

Pengalaman Nunung semakin terasah ketika masuk ke jajaran Bareskrim Polri. Pada 2021-2022, ia dipercaya menjabat Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.

Setelah itu, Nunung naik menjadi Wadirtipidter Bareskrim Polri pada 2022-2023, sebelum akhirnya dipercaya memimpin direktorat tersebut sebagai Dirtipidter Bareskrim Polri pada 2023-2025.

Kariernya kembali menanjak ketika Kapolri mempercayakannya menduduki posisi Wakabareskrim Polri sejak September 2025, berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2192/IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025.

Dari Tambang Ilegal hingga Kejahatan LingkunganSebelum namanya mencuat dalam penggerebekan kasino di Batam, Nunung dikenal memiliki pengalaman menangani perkara tindak pidana tertentu, termasuk kejahatan lingkungan dan pertambangan ilegal.Ketika menjabat Dirtipidter Bareskrim Polri, ia terlibat dalam penanganan berbagai perkara yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam dan dugaan kerusakan lingkungan.

Di antaranya adalah penanganan perkara pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat serta perkara pencemaran laut di Tangerang.Karakter penanganan perkara semacam itu membutuhkan penyelidikan yang tidak sederhana. Penyidik harus menelusuri aktivitas di lapangan, perizinan, korporasi, transaksi hingga dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Nunung sebelum dipercaya menduduki jabatan Wakabareskrim.Tiga Bulan Pantau, Polisi Akhirnya BergerakPenggerebekan di Nagoya Batam memperlihatkan pola operasi yang mengandalkan proses penyelidikan sebelum penindakan dilakukan.

Keterangan Nunung bahwa lokasi telah dipantau selama sekitar tiga bulan memperlihatkan aparat membutuhkan waktu untuk mengumpulkan informasi sebelum bergerak.Operasi tersebut juga menyita perhatian karena Batam merupakan salah satu kota strategis Indonesia yang berbatasan langsung dengan jalur internasional dan berada tidak jauh dari Singapura serta Malaysia.

Kini, tantangan penyidik tidak berhenti pada penggerebekan dan penyitaan barang bukti.Publik akan menunggu bagaimana Bareskrim menelusuri siapa pengelola dan pemodal di balik lokasi tersebut, bagaimana aliran uangnya, sejak kapan aktivitas berlangsung, serta apakah terdapat jaringan lain yang berhubungan dengan operasional perjudian itu.

Uang tunai sekitar Rp7,9 miliar dan puluhan mesin perjudian yang disita menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar perkara lebih jauh.

Pengungkapan tersebut sekaligus menambah catatan perjalanan karier Irjen Nunung Syaifuddin. Dari penanganan pertambangan ilegal, perkara lingkungan hingga kini memimpin operasi terhadap dugaan perjudian berskala besar, rekam jejaknya menunjukkan kuatnya pengalaman sang jenderal di bidang penegakan hukum.

Operasi di Nagoya juga membawa pesan bahwa penggerebekan bukan akhir dari perkara. Tahap berikutnya justru menjadi bagian paling penting: mengungkap aktor utama, menelusuri aliran dana, dan memastikan seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai hukum.

Dengan pengusutan yang menyeluruh, perkara ini berpotensi tidak sekadar berakhir pada penyitaan mesin dan uang miliaran rupiah, tetapi membuka tabir siapa sebenarnya yang mengendalikan bisnis perjudian tersebut.

Yadon

Pos terkait